PELATIHAN PEMBUATAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

SMK RADEN UMAR SAID mulai tahun pembelajaran 2018/2019 akan menggunakan evaluasi pembelajaran berbasis android, mulai dari penilaian tengah semester, penilaian akhir semester, maupun ujian sekolah berstandar nasional. Hal ini dilaksanakan dengan tujuan:

  1. Penghematan penggunaan kertas. Karena tidak ada penggandaan soal dan lembar jawab yang berupa kertas.
  2. Mempersiapkan siswa agar lebih mandiri dan bertanggung jawab. Karena keobjektifan penilaian tinggi, dengan aplikasi yang digunakan, soal teracak secara otomatis dan siswa tidak dapat googling karena pekerjaannya menggunakan Browser langsung.
  3. Mempercepat proses. Karena nilai siswa langsung dapat dilihat, tidak perlu penilaian secara manual.

Sebelum evaluasi pembelajaran dilaksanakan, maka guru dan siswa diberi pelatihan terlebih dahulu. Pada tanggal 2 Maret 2019, telah dilaksanakan pelatihan pembuatan instrumen pembelajaran berbasis TIK bagi guru dan simulasi pengguna aplikasi bagi siswa.

Aplikasi yang digunakan untuk evaluasi pembelajaran tersebut adalah EXAMBROWSER.

Kegiatan Pembekalan Prakerin Tahun 2018/2019

Smk Raden Umar Said melaksanakan kegiatan pembekalan praktek kerja industri (Prakerin).Pembekalan ini diadakan pada semester IV disetiap tahunnya,yang bertujuan antara lain,untuk memberikan gambaran tentang dunia industri dan memberikan sarana yang terbaik untuk kesiapan siswa terjun ke dunia kerja.

Pembekalan prakerin ini wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas XI,Karena agenda prakerin yang dilaksanakan selama 2 hari memuat materi yang sangat diperlukan oleh siswa ketika berada di industri,materi tersebut sebagai berikut:

a).Di hari pertama siswa dibekali dengan melatih kedisiplinan,tanggung jawab,dan juga pekerjaan yang bernuansa islami.Menanamkan sifat disiplin adalah hal yang penting dilakukan terutama dalam hal pekerjaan .Karena bisa melatih diri kita sendiri untuk menumbuhkan rasa kepedulian kita terhadap sesama,disiplin waktu juga harus ditanamkan mulai sajak dini .Agar kita terbiasa menaati peraturan yang telah ditentukan sekolah ,perusahaan,negara,dan Allah SWT.

Tidak kalah penting dari disiplin,sifat tanggung jawab juga harus harus dimiliki siswa.Karena tanggung jawab juga harus dimiliki siswa.Karena tanggung jawab adalah bentuk sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya baik terhadap diri sendiri ,masyarakat,lingkungan alam,lingkungan sosial budaya,negara,dan Allah SWT.

Pekerjaan bernuansa islami yaitu,sebagai sikap kepribadian yang melahirkan keyakinan yang sangat mendalam bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya,menampakkan kemanusiaanya,melainkan juga termasuk manifestasi dari amal sholeh.Sehingga bekerjs ysng di terapkan pada prinsip-prinsip iman bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim,melainkan sebagai hamba Allah yang menjadikan dirinya sebagai manusia yang amanah,sosok orang yang dipercaya,dan juga sifat pengabdiannya kepada Allah dalam firmannya.

b). Di hari kedua siswa dibekali dengan etos kerja dan materi K3(kesehatan ,dan keselamatan kerja).
Maksut dari etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau sesuatu kelompok. Sikap etos kerja tidak hanya dimiliki oleh individu saja, melainkan dimiliki oleh kelompok ataupun masyarakat.

K3 atau kesehatan dan kesejahteraan kerja adalah melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerjanya, melalui upaya-upaya pengendalian semua bentuk potensi bahaya yang ada dilingkungan tempat kerjanya.

Sesuai Undang-Undang No 1. Tahun 1970 tentang keselamatan kerja yaitu antara lain:
1) Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja.
2) Menjamin setiap sember produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.
3) Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas nasional.

SMK RUS Peduli Palu

Siswa SMK Raden Umar Said Kudus melakukan sholat ghaib untuk korban bencana alam Palu dan Donggala. Sholat ghaib itu sendiri diikuti sekitar 900 siwa digelar di Musholla dan halaman Musholla SMK Raden Umar Said Kudus, Sabtu  (13/10/2018).

Selain mengumpulkan dana, para siswa juga melaksanakan shalat ghaib. Civitas akademika SMK RUS berdoa untuk korban yang meninggal dunia Husnul Khotimah dan juga mendonasikan uang untuk korban yang selamat. Penggalangan dana dilakukan mulai senin kemarin. Para siswa diajak untuk mendonasikan sebagian dari uang sakunya untuk korban bencana alam Palu dan Donggala.
Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam, Dra. Hajjah Sayyidah menjelaskan, Kegiatan hari ini tidak lain untuk pembelajaran bagi anak-anak didik dan para guru. Kegiatan juga merupakan upaya implementasi kurikulum 13 yakni kompetensi inti yang bersifat sosial.

“Sebagai saudara sebangsa dan setanah air sudah sepatutnya kami saling membantu meringankan beban. Jadi kami benar-benar memanfaatkan peristiwa bencana yang menimpa masyarakat Palu dan Donggola untuk melatih kepekaan siswa,” katanya.

Hajjah Sayyidah menambahkan, kegiatan sholat ghaib dan penggalangan dana sosial rutin diadakan ketika terjadi bencana maupun ketika ada salah satu siswa yang berduka

Sekilas Info Sekolah

KOMPETENSI  KEAHLIAN  DI  SMK RADEN UMAR SAID KUDUS

  1. Kompetensi Keahlian yang dibuka

SMK Raden Umar Said Kudus sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan di bidang keahlian grafika memliki potensi cukup signifikan untuk dikembangkan keberadaannya. Hal ini dimungkinkan karena SMK yang bergerak dibidang keahlian Teknik Grafika (paket keahlian desain  grafika dan produksi grafika (hi i’m here F), seni rupa (paket keahlian desain komunikasi  visual dan animasi) dan bidang keahlian teknik informatika (paket keahlian rekayasa perangkat lunak)  masih sedikit, padahal tuntutan dunia kerja/masyarakat terhadap bidang tersebut ini sangat besar, termasuk peluang membuka lapangan  kerja (wirausaha).

Sampai dengan tahun 2018 ini, SMK Raden Umar Said Kudus  memiliki 5 kompetensi  keahlian, yaitu :

  1. Kompetensi keahlian Persiapan Grafika/Desain Grafika, dibuka pada tahun pelajaran 2005/2006 (tahun berdirinya sekolah), sesuai dengan pemberian ijin operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus Nomor; 421.5/1381 14.03/2005 tanggal 26 Mei 2005 kemudian pada tanggal  7  Oktober 2008 turun Surat Keputusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus nomor: 050/2766.1/14.03/2008 tentang Pemberian ijin pendirian. Pada tanggal 17 Februari 2014 sesuai dengan Sertifikat Akreditasi yang diterbitkan oleh Badan Akreditasi Nasional/Madrasah (BAN-S/M) Provinsi Jawa Tengah nomor 18/BAP-SM/II/2014 paket keahlian persiapan grafika SMK Raden Umar Said Kudus   terakreditasi A.
  2. Kompetensi keahlian Persiapan Grafika/Desain Grafika, dibuka pada tahun pelajaran 2005/2006 (tahun berdirinya sekolah), sesuai dengan pemberian ijin operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus Nomor; 421.5/1381 14.03/2005 tanggal 26 Mei 2005 kemudian pada tanggal 7  Oktober 2008 turun Surat Keputusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus nomor: 050/2766.1/14.03/2008 tentang Pemberian ijin pendirian. Pada tanggal 17 Februari 2014 sesuai dengan Sertifikat Akreditasi yang diterbitkan oleh Badan Akreditasi Nasional/Madrasah (BAN-S/M) Provinsi Jawa Tengah nomor 18/BAP-SM/II/2014 paket keahlian produksi grafika SMK Raden Umar Said Kudus   terakreditasi A.
  3. Kompetensi keahlian Desain Komunikasi Visual (Diskomvis), dibuka pada tahun pelajaran 2013/2014 sesuai surat  dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kudus nomor: 420/495.2/03.03/2013 tanggal 11 Maret 2013 tentang Pemberian Ijin pembukaan kompetensi keahlian Desain Komunikasi Visual.  Pada tanggal 28 Oktober 2016  sesuai dengan Sertifikat Akreditasi yang diterbitkan oleh Badan Akreditasi Nasional/Madrasah (BAN-S/M) Provinsi Jawa Tengah nomor 220/BAP-SM/X/2016 paket keahlian desain komunikasi visual SMK Raden Umar Said Kudus terakreditasi
  4. Kompetensi keahlian Animasi, dibuka pada tahun pelajaran 2015/2016 sesuai surat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kudus nomor :420/926.1/03.03/2015 tanggal 17 Maret 2015 tentang pemberian ijin pembukaan paket keahlian Animasi. Saat ini baru akan memasuki tahun ketiga (2017/2018), Jadi belum meluluskan siswa.
  5. Kompetensi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak, dibuka pada tahun pelajaran 2015/2016 sesuai surat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kudus nomor :420/708.1/03.03/2015 tanggal 17 Maret 2015 tentang pemberian ijin pembukaan paket keahlian Animasi. Saat ini baru akan memasuki tahun ketiga (2017/2018), Jadi belum meluluskan siswa.

B.    Kompetensi  Keahlian yang akan dikembangkan

Berdasar pertimbangan dan pemikiran akan , potensi dan peluang yang dimiliki oleh SMK Raden Umar Said Kudus, antara lain;

  1. Dukungan dari persatuan perusahaan grafika Indonesia (PPGI) Cabang Kudus yang begitu besar dalam kegiatan penempatan siswa praktik kerja industri, penempatan tenaga kerja tamatan dan magang;
  2. Dukungan dari dunia industri animasi dan rekayasa perangkat lunak baik dari dalam negeri dan luar negeri sangat besar , misalnya pesanan pembuatan film animasi dan pembuatan aplikasi di android, yang saat ini sudah masuk di Teaching Factory SMK Raden Umar Said Kudus. Kedepan Studio Animasi SMK Raden Umar Said Kudus akan dikembangkan menjadi salah satu industri animasi yang siap bersaing baik dilevel regional maupun internasional;
  3. Animo Masyarakat Kudus dan sekitarnya yang antusias dengan keberadaan SMK Raden Umar Said, hal ini dapat dilihat dari progres perkembangan jumlah siswa yang terus bertambah tiap tahunnya.

Untuk itu dalam rangka pengembangan kelima kompetensi  keahlian  diatas (desain  grafika, produksi grafika dan desain komunikasi visual, animasi, rekayasa perangkat lunak)  SMK Raden Umar Said Kudus akan terus berinovasi, berkreasi atas produk yang dihasilkan oleh kelima paket keahlian tersebut. Secara garis besar upaya pengembangan yang akan dilakukan dijabarkan sebagai berikut;

  1. Kompetensi  keahlian  Desain  Grafika

Paket keahlian Desain grafika mengajarkan  materi-materi yang berhubungan dengan penyiapan bahan cetak/ pra cetak. Tiga kompetensi utama yang diajarkan dan dikembangkan  pada paket  keahlian ini adalah :

  • Desain grafis

Pada desain grafis, siswa diajarakan pembuatan desain barang cetakan baik secara manual maupun komputer.

  • Setting

Materi yang diberikan adalah kompetensi tata letak halaman (layout) cetakan secara komputer. Cetakan yang membutuhkan layout biasanya leaflet , booklet, majalah, tabloid, surat kabar dan cetakan yang lain.

  • Fotoreproduksi

Fotoreproduksi adalah kompetensi yang diajarkan untuk mereproduksi hasil susunan untuk dibuatkan film negarif atau positif, yang kemudian dilakukan montase film sampai pada proses pembuatan acuan cetak.

Ruang lingkup pekerjaan bagi lulusan Kompetensi  Keahlian Desain  Grafika meliputi jenis pekerjaan dan atau profesi yang relevan dengan kompetensi yang tertuang di dalam tabel SKKNI Bidang Grafika, dan ruang lingkup pekerjaan pada jenjang SMK antara lain :

No. Lapangan Kerja Lingkup pekerjaan
1 Percetakan – Pelaksana Desain Grafis

– Operator Setting

– Operator Fotoreproduksi

– Operator montase

– Operator Digital Reproduksi

2 Penerbitan – Pelaksana Desain Grafis

– Operator Setting

3 Wiraswasta – Pelaksana Desain Grafis

– Biro Setting

– Reprohouse

– Advertising/periklanan

4 Melanjutkan kuliah – D 3 Grafika

– D 3/ S1 Desain Grafis

– D 3/ S1 Advertising/periklanan

  1. Kompetensi Keahlian Produksi Grafika

Kompetensi  keahlian produksi grafika mengajarkan materi-materi yang berhubungan dengan proses cetak dan penyelesaian cetak suatu barang cetak. Tiga kompetensi utama yang diajarkan dan dikembangkan  pada paket  keahlian ini adalah sebagai berikut:

  1. Cetak Offset

Pada cetak offset, siswa diajarkan teknis cetak offset dari 1 (satu) warna-warna masukan dan separas warna (full colour).

  1. Cetak sablon / Saring

Materi yang diberikan adalah kemampuan mencetak barang dengan menggunakan teknik cetak sablon pada media kertas, plastik sampai kaca.

  1. Purna cetak

Kompetensi purna cetak adalah kemampuan yang berhubungan dengan proses penyelesaian pekerjaan mencetak. Kompetensi yang diberikan adalah menjilid buku, melipat kertas secara manual, mengomplit, menjahit dengan kawat dan benang, memotong kertas, kemasan (packageng) dan beberapa penjilidan khusus.

Ruang lingkup pekerjaan bagi lulusan paket keahlian Produksi Grafika meliputi jenis pekerjaan dan atau profesi yang relevan dengan kompetensi yang tertuang di dalam tabel SKKNI Bidang Grafika, dan ruang lingkup pekerjaan pada jenjang SMK antara lain :

No. Lapangan Kerja Lingkup pekerjaan
1 Percetakan dan Penerbitan – Operator mesin cetak offset, web, dan lain-lain

– Pelaksana cetak sablon (saring)

– Pelaksana penjilidan

– Operator Mesin Digital/plotter outdoor/MMT

– Operator mesin potong

– Operator mesin binding

– Operator mesin collating

– Operator mesin lipat

– Pelaksana kalkulasi grafika

2 Wiraswasta/

Wirausaha

– Percetakan offset

– Percetakan sablon

– Jasa Penjilidan

– Advertising/periklanan

4 Melanjutkan kuliah – D 3 Grafika

– D 3/ S1 Mesin

– D 3/ S1 Advertising/periklanan

3 .     Kompetensi   Keahlian Desain Komunikasi Visual

Banyak hal-hal mendasar yang dipelajari di program studi Desain Komunikasi Visual,  Mengembangkan bentuk bahasa visual (bermain gambar), mengolah pesan (bermain kata) keduanya untuk tujuan sosial maupun komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada kelompok lainnya. Visual berwujud kreatif dan inovatif, sementara inti pesan harus komunikatif, efisien dan efektif saling mendukung agar tersampaikan dengan baik pada sasaran.

Cakupan pekerjaan desain komunikasi visual sangat luas, antara lain: mulai dari label produk / makanan, desain logo yang mencitrakan sebuah lembaga / perusahaan (branding), paket promosi dan kampanye sebuah program, hingga membuat iklan di media massa, dan sebagainya.

Berbeda dengan seni murni (dalam hal ini seni grafis) yang karya seninya dibuat sebagai ungkapan ekspresi sang seniman, maka karya seni yang dihasilkan oleh seorang desainer komunikasi visual lebih ditekankan dengan konsep yang bermaksud-tujuan dan ditujukan untuk khalayak yang disasar (target audience).

Secara operasional, DKV dapat dimanfaatkan untuk menciptakan strategi penyajian konten dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK) agar lebih mudah dicerna (informative), menarik (interesting), dan merayu (persuasive) bagi penggunanya.

Pertimbangan kami dalam membuka kompetensi keahlian Desain komunikasi Visual (DKV) adalah adanya kesamaan dan keterkaitan substansi dari kurikulum persiapan grafika dan produksi grafika dimana diantara keduanya sama-sama menekankan pada penguasaan kompetensi dibidang IT, desain grafis dan bersinggungan dengan dunia advertising/kreatif serta dunia penerbitan/percetakan.

Selain itu tenaga pengajar yang kompeten serta didukung dengan ketersediaan sarana prasarana yang memadai, juga merupakan salah satu alasan SMK Raden Umar Said Kudus membuka jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) tersebut.  Sedangkan beberapa peluang/kesempatan yang menjanjikan bagi tamatan/ lulusan dari kompetensi Desain Komunikasi Visual sebagai berikut :

  • Kompetensi keahlian Desain Komunikasi Visual merupakan kompetensi  keahlian yang layak jual, karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat (baca : peluang kerja), sehingga diharapkan lulusannya dapat bekerja secara proposional di bidang yang berkaitan dengan tekhnologi dan industri bidang desain grafis (promosi), advertising, visualizer, fotografi, tipografi, ilustrasi dan perusahaan percetakan dan penerbitan, dan lain-lain.
  • Memiliki peluang untuk dikembangkan dengan mengadopsi pola – pola KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), KBK (kurikulum Berbasis Kompetensi) dan KBP (Kurikulum Berbasis Produksi).
  • Banyak bidang dan lapangan pekerjaan yang bersinambungan (baca : membutuhkan) kompetensi / keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV).

Sedangkan untuk ruang lingkup dan prospek pekerjaan bagi tamatan/lulusan dari Desain Komunikasi Visual  cukup menjanjikan, diantaranya;

  1. Advertising (periklanan)
  2. Desain identitas Usaha (corporate identity)
  3. Multimedia
  4. Desain Grafis Industri (promosi)
  5. Desain Grafis Media (buku, surat kabar, majalah, dll
  6. Cergam (komik, karikatur, Poster)
  7. Fotografi, tipografi dan ilustrasi
  8. Animator
  9. Production House

Halo :p

  1. Kompetensi Keahlian Animasi

Kompetensi   keahlian animasi  SMK Raden Umar Said dibuka  pada awal tahun pelajaran 2015/2016. Pembukaan paket keahlian animasi memiliki maksud dan tujuan untuk membekali keterampilan peserta didik agar kompeten dibidang animasi dalam mewujudkan produk sebagai berikut;

  • Menyusun cerita dalam bentuk script dan storyboard;
  • Mengoperasikan software dan perifal animasi 2D dan 3D;
  • Membuat gambar animasi secara manual dan digital;
  • Membuat karya animasi berupa film maupun media pemanfaatan lainnya;
  • Mendukung pembuatan game edukasi

Saat ini paket keahlian animasi sudah memiliki studio yang mampu mengcover seluruh proses pembuatan animasi sampai dengan menghasilkan produk/karya. Studio Animasi SMK Raden Umar Said Kudus (RUS Animation Studio) mampu memberi siswa  keterampilan di semua area kreatif kunci untuk menjadi animator 3D profesional. Kami memberi pengalaman langsung kepada para siswa kami yang akan menjadikan mereka profesional dalam industri animasi. Dengan dosen berpengalaman dari industri animasi, siswa  kami  belajar  bagaimana  film  animasi 3D diproduksi di setiap tahap. Siswa akan belajar tentang perangkat lunak standar industri seperti Autodesk Maya, The Foundry Nuke Studio dan Adobe Creative Suite.

Pengembangan kompetensi keahlian animasi di SMK Raden Umar Said Kudus meliputi beberapa tahapan, yaitu;

  • Pra Produksi : Pada tahap ini, siswa kami mempelajari proses penulisan cerita, desain produksi, story boarding dan animatic.
  • Produksi : Dengan menggunakan grafis komputer 3D, siswa kami belajar multi keterampilan seperti pemodelan 3D, shading, texturing, rigging, compositing, rendering, efek visual dan pencahayaan.
  • Pasca Produksi: Siswa kami mempelajari proses lay out, animasi, gradasi warna, perancangan suara dan penilaian film, foley dan dubbing / voice over, pencampuran audio dan penundaan audio.

Dari ketiga tahapan diatas diharapkan nantinya siswa tamatan mampu membuat produk karya animasi, baik 2D  maupun 3D animation. Untuk piranti lunak/software yang digunakan oleh Studio animasi SMK Raden Umar Said Kudus adalah Autodesk Maya yang telah banyak digunakan oleh industri animasi dunia, seperti Pixar Studio dan Walt Disney. Untuk produk film animasinya seperti The Good Dinosaurus, Finding Nemo dan Frozen.

  1. Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak

Kompetensi  keahlian rekayasa perangkat lunak (RPL) SMK Raden Umar Said dibuka  pada awal tahun pelajaran 2015/2016. Latar belakang dibukanya paket keahlian rekayasa perangkat lunak adalah karena pangsa tenaga kerja dibidang software engineering banyak dibutuhkan sedangkan tenaga kerja tamatan SMK dibidang ini masih terbatas, selain itu juga karena adanya dukungan dari stakeholder untuk membuka paket keahlian rekayasa perangkat lunak.

Rekayasa perangkat lunak merupakan penerapan suatu pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi terhadap pengembangan, penggunaan, pemeliharaan perangkat lunak, dan studi atas pendekatan-pendekatan tersebut, yaitu penerapan pendekatan engineering terhadap perangkat lunak.

Pengembangan paket keahlian rekayasa perangkat lunak SMK Raden Umar Said Kudus memiliki tujuan yang tidak berbeda dengan bidang rekayasa yang lain. Bidang rekayasa akan selalu berusaha menghasilkan output yang kinerjanya tinggi waktu penyelesaian yang tepat dan berbiaya rendah. Secara khusus tujuan RPL SMK Raden Umar Said Kudus sebagai berikut;

  • Menghasilkan perangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal serta tepat

waktu

  • Memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah
  • Menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatan rendah
  • Menghasilkan perangkat lunak yang bisa bekerja diberbagai jenis platform

Sedangkan ruang lingkup pekerjaan tamatan kompetensi  keahlian rekayasa perangkat lunak SMK Raden Umar Said Kudus diantaranya  sebagai berikut;

  1. Programmer
  • Merancang dan membuat software (lebih pada tahap construction) dengan menulis coding menggunakan bahasa pemrograman tertentu;
  • Mengimplementasikan algoritmanya pada komputer;
  • Melakukan testing terhadap software yang telah diciptakan sebelumnya 2   Software Engineer
  • Melakukan semua tugas yang dilakukan programmer
  • Merekomendasikan dan menerapkan metedologi terbaik dalam sebuah project pembuatan software
  1. Database Engineer / Database Administrator
  • Merencanakan , mengembangkan , dan memelihara database
  • Desain database
  • Analisis data
  • Data modeling dan optimasi